JCC 2026 Perkuat Kolaborasi Global, ASPIKOM Dorong Implementasi Ilmu Komunikasi ke Masyarakat
online,
17 April 2026
Jogjakarta Communication Conference (JCC) 2026 tidak hanya menjadi forum akademik, tetapi juga ajang penguatan kolaborasi internasional yang berorientasi pada dampak nyata bagi masyarakat, dengan dukungan dan keterlibatan aktif Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM) dalam memperkuat je...
Jogjakarta Communication Conference (JCC) 2026 tidak hanya menjadi forum akademik, tetapi juga ajang penguatan kolaborasi internasional yang berorientasi pada dampak nyata bagi masyarakat, dengan dukungan dan keterlibatan aktif Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM) dalam memperkuat jejaring keilmuan komunikasi lintas perguruan tinggi dan lintas negara.
Konferensi yang berlangsung sejak Rabu–Jumat (15–17/4) ini mempertemukan sekitar 250 peserta dari berbagai negara dan latar belakang, mulai dari akademisi, peneliti, mahasiswa, hingga pembuat kebijakan dan organisasi non-pemerintah (NGO). Mereka terlibat dalam diskusi lintas perspektif terkait isu komunikasi global, pengembangan keilmuan, serta penerapan ilmu komunikasi yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
JCC 2026 diinisiasi oleh Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan Universitas Ahmad Dahlan (UAD), serta telah memasuki tahun ketujuh penyelenggaraan. Sejumlah institusi turut menjadi co-host dalam kegiatan ini, di antaranya Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta (UNISA), University of Muhammadiyah Malaysia (UMAM), Universiti Sains Islam Malaysia (USIM), APIK PTMA, dan ASPIKOM.
Kehadiran ASPIKOM dalam JCC 2026 menjadi bagian penting dalam mendorong penguatan ekosistem keilmuan komunikasi di Indonesia, khususnya melalui dukungan terhadap forum-forum akademik kolaboratif yang tidak hanya berhenti pada pertukaran gagasan, tetapi juga menghasilkan jejaring riset, pengembangan kapasitas akademik, dan kontribusi nyata kepada masyarakat.
Ketua penyelenggara, Filosa Gita Sukmono, menegaskan bahwa JCC 2026 dirancang bukan hanya sebagai ruang diskusi, tetapi juga sebagai sarana membangun jejaring akademik yang berkelanjutan. “Kolaborasi lintas negara menjadi kunci dalam menjawab tantangan komunikasi global yang semakin kompleks,” ujarnya.
Senada dengan semangat tersebut, keterlibatan ASPIKOM juga mempertegas pentingnya sinergi antarprogram studi, asosiasi keilmuan, dan perguruan tinggi dalam memperluas dampak ilmu komunikasi, baik dalam konteks pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.
Hal serupa disampaikan Prof. Emeritus Dr. Mohd Noh Dalimin dari University Muhammadiyah Malaysia. Ia menilai konferensi ini menunjukkan pentingnya sinergi antarperguruan tinggi dalam menciptakan dampak yang lebih luas. “Forum seperti ini mampu menjembatani pertukaran gagasan sekaligus membuka peluang kerja sama konkret,” katanya.
Sejumlah akademisi internasional turut berkontribusi dalam konferensi ini, di antaranya Professor Arndt Graf (Goethe University Frankfurt), Profesor Madya Dr. Bahiyah Omar (Universiti Sains Malaysia), Bai Long, Ph.D. (Dongguan University of Technology), Dr. Safiyyah Ahmad Sabri (Universiti Sains Islam Malaysia), serta Dr. Fajar Junaedi (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta).
Selain sesi konferensi, JCC 2026 juga menghadirkan agenda pengabdian masyarakat internasional di dua lokasi berbeda, yakni Rumah Sanggar Bimbingan Permai KULIM dan Sanggar Belajar AMI Penang. Agenda ini turut dibantu oleh Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia wilayah Penang. Kegiatan tersebut menjadi bentuk implementasi langsung dari diskusi akademik ke dalam praktik pemberdayaan masyarakat, sejalan dengan semangat yang juga didorong oleh ASPIKOM agar ilmu komunikasi semakin kontekstual dan berdampak.
Di akhir rangkaian kegiatan, para peserta diajak melakukan benchmarking dengan Universiti Sains Malaysia (USM) dalam pengelolaan kegiatan akademik dan pengembangan sumber daya, baik mahasiswa, tenaga kependidikan, maupun dosen. Melalui pendekatan tersebut, JCC 2026 tidak hanya berhenti pada pertukaran ide, tetapi juga mendorong penerapan ilmu komunikasi dalam menjawab kebutuhan nyata di lapangan.
Ke depan, kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat jejaring global sekaligus melahirkan kolaborasi riset, publikasi ilmiah, dan program pengabdian masyarakat yang berkelanjutan, dengan ASPIKOM sebagai salah satu mitra strategis dalam penguatan bidang ilmu komunikasi di Indonesia.